Maaf, aku memang tidak bisa mati.

Maaf, aku memang tidak bisa mati.

Penulis:Pilihan Istimewa untuk Penguasa
29ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
95bab Capítulo

Aku hanyalah seorang biasa di kota besar, atau lebih tepatnya, seseorang yang telah hidup begitu lama namun tak kunjung mati.

Bab Satu: Sesepuh Tamu

Gunung Pedang terletak di Provinsi Cangbei, Tiongkok. Tak satu pun orang tahu bagaimana gunung ini muncul, karena ada puluhan versi legenda yang tersisa. Ada yang mengatakan gunung ini terbentuk dari sebuah pedang raksasa yang jatuh dari langit, ada pula yang berkata bahwa seorang dewa membelahnya dalam pertarungan, dan masih banyak kisah-kisah lain yang samar dan tak jelas.

Saat ini, di lereng gunung, seorang pemuda dengan ransel mendaki muncul. Ia mengenakan celana jins, tersenyum tipis, dan wajahnya cukup tampan.

“Chen Chen, besok jangan lupa lapor ya. Pokoknya, aku sudah memperkenalkan pekerjaan ini ke kamu, jadi kamu harus siap mental. Anak-anak itu benar-benar merepotkan.”

“Ya, aku tahu. Terima kasih, nanti aku traktir makan enak.”

Chen Chen menutup telepon, mengeratkan ranselnya, dan melangkah maju.

Gunung Pedang memiliki ketinggian lima ribu meter. Di area peristirahatan di tengah lereng, ramai orang berkumpul, dan suara pedagang makanan kecil terdengar tiada henti.

“Sial benar, puncak gunung ternyata ditutup. Kenapa tidak diberitahu dari awal?”

“Entahlah. Tadi aku lihat ada dua orang yang coba menerobos, tiba-tiba muncul beberapa orang berbaju hitam dan menyeret mereka kembali. Kurasa ada sesuatu yang tidak biasa.”

“Waktu kita datang, di kaki gunung ada empat mobil Rolls-Royce Cullinan. Kayaknya mereka ada hubungannya dengan orang-orang berbaju hitam itu. Satu mobil saja harganya lebih dari lima juta, benar-benar orang kaya.”

Saat hampir sampai di tangga batu menuju puncak, pembicaraan dua orang tak jauh dari

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait