Bab Tujuh: Kau Tidak Pantas Menjadi Dokter
Saat itu, seorang pria tua berpakaian putih turun dari ambulans.
Melihat pria tua itu, Raja Naga Putih segera mencengkeram kerah bajunya dan bertanya dengan gusar, "Dongfang Yao, mengapa kondisi Nona Muda kambuh lebih awal? Bagaimana caramu mengobatinya?"
Dongfang Yao menatap Raja Naga Putih yang sedang murka dengan raut wajah canggung. "Nona Muda mengatakan dalam dua minggu terakhir ini dia terlalu sibuk bekerja, jadi dia tidak mengizinkanku melakukan perawatan. Aku pun tidak menyangka kondisinya akan kambuh secara tiba-tiba."
Raja Naga Putih berteriak marah, "Metode pengobatanmu adalah melakukan transfusi darah total setiap minggu! Siapa yang sanggup menanggungnya? Tidakkah kau bisa memperbaikinya?"
Dongfang Yao hanya terdiam, tidak berani membantah sepatah kata pun saat menghadapi kemarahan Raja Naga Putih.
Di tengah pembicaraan, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dengan sirene yang nyaring. Api segera dipadamkan. Raja Naga Putih dengan wajah masygul menerobos kerumunan petugas pemadam kebakaran dan membongkar bangkai mobil yang telah hangus terbakar.
"Tidak ada orang di dalam!"
Mendengar kabar tersebut, Raja Naga Putih akhirnya bisa bernapas lega. "Ke mana perginya Nona Muda?"
Saat itu, ponselnya tiba-tiba berdering. Melihat nomor yang memanggil, Raja Naga Putih segera berlari ke samping dengan patuh.
Suara datar terdengar dari seberang telepon, "Aku baik-baik saja, suruh orang-orangmu kembali."
Raja Naga Putih menghela napas panjang, memberi isyarat kepada anak buahnya, lalu masuk ke dalam mobil Rolls-Royce dan langsung pergi.
Luo Li tinggal di Vila Dijing Tianyun yang terletak di pusat Kota Jiangning. Setibanya di rumah Luo Li, Raja Naga Putih langsung berlutut di lantai saat melihat Luo Li yang sedang beristirahat di tempat tidur.
"Nona Muda, Anda hari ini..."
Suara Luo Li terdengar dingin, "Jangan menanyakan hal yang bukan urusanmu."
Pakaiannya telah robek akibat ulah Su Ming, tentu saja dia tidak mungkin tetap berada di lokasi kejadian. Namun, serangkaian gerakan intens tadi membuat tubuhnya yang memang tidak sehat bekerja melampaui batas, hingga kepalanya terasa pening.
Raja Naga Putih segera bersujud berulang kali, "Hamba salah, hamba salah."
Melihat tidak ada tanggapan, Raja Naga Putih mendongak dan mendapati Luo Li sudah tertidur. Memanfaatkan kondisi Luo Li yang sangat kelelahan, Raja Naga Putih segera mengatur agar Dongfang Yao melakukan pemeriksaan.
Dongfang Yao memeriksa tubuh Luo Li dan mendapati denyut nadinya normal, barulah dia merasa lega. Dia merasa bangga secara diam-diam dan bergumam pada diri sendiri, "Nona Muda sudah mencapai waktu kambuhnya penyakit, namun kali ini tubuhnya tidak menunjukkan masalah. Sepertinya metode transfusi darahku memang sangat berkhasiat."
Namun, saat itu juga, dia melihat ada bekas tusukan jarum yang sangat kecil di tulang selangka Luo Li. Sebagai naluri seorang dokter, raut wajahnya langsung berubah drastis, "Berani sekali! Ada jarum perak yang tertanam di sini, siapa yang berani mencelakai Nona Muda?"
Setelah berkata demikian, dia mencabut jarum perak itu begitu saja.
Detik berikutnya, Luo Li yang sedang tertidur tiba-tiba membuka matanya karena kesakitan dan memuntahkan seteguk darah. Dia menatap Dongfang Yao dengan wajah penuh amarah, "Kau..."
Sebelum Luo Li sempat menyelesaikan kata-katanya, dia kembali memuntahkan darah. Penyakitnya kambuh dengan dahsyat hingga dia jatuh pingsan sepenuhnya. Situasi di sana pun menjadi kacau balau.
Sementara itu, Su Ming sedang memikirkan cara untuk mencari pekerjaan. Setelah meninggalkan vila Shen Biyao, kini dia harus memikirkan biaya sandang, pangan, papan, serta uang untuk membeli bahan obat bagi Pil Ciptaan. Padahal saat ini, dia tidak memiliki uang sepeser pun.
Teringat akan warisan ilmu kedokteran yang baru saja didapatkannya, Su Ming merasa bisa mencari uang dengan menyembuhkan orang, dan rumah sakit adalah pilihan terbaik. Su Ming bertanya sepanjang jalan hingga sampai di Rumah Sakit Umum Kota Jiangning, lalu berkonsultasi dengan perawat di bagian resepsionis.
Setelah mengetahui bahwa dia ingin melamar pekerjaan, perawat itu mengantarnya ke bagian personalia. Di dalam ruangan personalia, duduk seorang wanita bertubuh gemuk yang sedang merias wajah di depan cermin kecil.
Su Ming bertanya, "Permisi, apakah rumah sakit ini sedang menerima dokter?"
Wanita itu memandang gaya Su Ming yang kampungan dengan tatapan meremehkan, "Menerima, ya. Kamu lulusan universitas mana? Berapa tahun pengalaman kerjamu? Apakah punya surat izin praktik?"
"Saya tidak pernah kuliah, ilmu kedokteran saya pelajari dari guru saya. Soal surat izin praktik yang Anda sebutkan, saya memang tidak punya."
Wanita itu semakin meremehkan Su Ming, namun tetap bertanya, "Kalau begitu, apa kamu mengenal petinggi rumah sakit ini?" Dia tidak percaya ada orang yang tidak punya surat izin praktik nekat melamar ke rumah sakit, kecuali orang tersebut memiliki dukungan dari orang kuat di belakangnya.
Su Ming menggeleng, "Saya tidak kenal siapa pun, saya hanya paham sedikit ilmu kedokteran dan merasa bisa mencari uang dengan cara ini."
Wanita itu memukul meja dengan marah, "Buang-buang waktuku saja! Tidak punya latar belakang apa pun, masih berani ingin jadi dokter, apa kamu pantas?"
Melihat sikap wanita yang berubah drastis itu, Su Ming pun ikut tersulut emosinya, "Saya hanya bertanya, kenapa sikapmu begitu ketus!"
"Pergi sana!" Wanita itu menatap Su Ming dengan tidak sabar. "Semua orang sembarangan ingin masuk ke Rumah Sakit Umum. Kalau orang sepertimu bisa jadi dokter, maka aku bisa jadi direktur!"
Su Ming diusir keluar dengan perasaan kesal. Melihat rumah sakit yang begitu pilih kasih, niatnya untuk menjadi dokter di sana pun sirna.
Baru saja hendak meninggalkan rumah sakit, dia melihat sekelompok pasien didorong menuju arah unit gawat darurat.
"Cepat minggir, cepat minggir! Para karyawan pabrik kimia ini keracunan, jangan menghalangi jalan!"
Mendengar hal itu, jantung Su Ming berdegup kencang! Dia tiba-tiba teringat kasus gas beracun yang menggemparkan negara di kehidupan sebelumnya!
Pada hari yang sama di kehidupan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Jiangning tiba-tiba menerima lebih dari tiga puluh pasien keracunan. Para pasien ini berasal dari sebuah pabrik kimia dan dikabarkan dalam kondisi kritis karena menghirup sejenis gas beracun.
Di kehidupan sebelumnya, pihak rumah sakit memercayai penyebab keracunan yang dikatakan oleh pemilik pabrik kimia, sehingga mereka tidak melakukan pemeriksaan racun secara mandiri. Hal ini menyebabkan rencana pengobatan rumah sakit menjadi sepenuhnya keliru. Akhirnya, ketiga puluh lebih pekerja itu meninggal dunia karena melewatkan waktu penyelamatan terbaik akibat racun yang telah mencapai otak.
Setelah mereka meninggal dan dilakukan autopsi, barulah orang-orang terkejut menyadari bahwa racun yang ada di tubuh para pekerja tersebut sama sekali berbeda dengan apa yang dikatakan oleh pemilik pabrik kimia. Racun yang diproduksi oleh pemilik pabrik kimia termasuk dalam jenis yang dilarang keras secara internasional. Jumlah yang diproduksi di pabrik itu cukup untuk membuat pemiliknya dijatuhi hukuman mati.
Sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, pemilik pabrik mengarang kebohongan untuk menyelamatkan diri, dengan mengklaim bahwa para pekerja keracunan jenis racun lain yang tidak mematikan. Padahal, pemilik pabrik itu sendiri sudah melarikan diri ke luar negeri bersama seluruh keluarganya tepat setelah kecelakaan terjadi.
Sebenarnya, jika racun mematikan ini ditangani dengan pengobatan yang tepat dalam waktu 6 jam, nyawa para pekerja tersebut sangat mungkin bisa diselamatkan. Namun, karena kelalaian dalam pemeriksaan patogen selama penyelamatan, Rumah Sakit Umum Kota Jiangning secara tidak langsung menyebabkan tragedi besar dengan jumlah korban lebih dari tiga puluh orang.
Peristiwa ini meledak di internet dan memicu opini publik yang sangat besar. Akhirnya, Rumah Sakit Umum dicoret dari daftar rumah sakit kelas atas, seluruh dokter di unit gawat darurat dipecat, dan direktur rumah sakit, Chen Feishan, dipenjara selama tiga tahun.
Alasan Su Ming mengingat peristiwa ini dengan jelas adalah karena kakak seperguruan keduanya, Shen Biyao, dikirim ke luar negeri untuk menangkap pemilik pabrik kimia yang melarikan diri tersebut.
Kini, setelah hidup kembali, Su Ming harus mencegah tragedi ini terjadi.
Su Ming ikut berlari menuju ruang gawat darurat. Tepat saat pintu ruang gawat darurat hendak ditutup, Su Ming menerobos masuk. Para dokter di dalam ruangan sedang mendiskusikan rencana pengobatan. Saat melihat Su Ming, mereka semua sangat terkejut.
Salah satu dokter yang bertubuh kurus tinggi dan berkacamata hitam membentak Su Ming, "Ini ruang gawat darurat, hanya tenaga medis dan pasien yang boleh masuk. Jika Anda keluarga pasien, silakan keluar dan tunggu di luar."
Su Ming tidak menjawab, melainkan balik bertanya, "Hentikan pengobatan untuk para pasien dari pabrik kimia itu sekarang juga!"