Bab Lima: Strategi Tempur Tingkat A
“Ketua Qi?” Mendengar itu, Lin Feng terkejut dan segera bangkit mengikuti Qin Mengyi menuju kerumunan, wajahnya penuh kegembiraan. Qin Mengyi baru saja menyebut nama Ketua Qi, sosok besar yang sangat terkenal; Lin Feng sangat menyadari hal itu. Ia adalah seorang ahli bela diri yang, bertahun-tahun lalu, telah melampaui tingkat Guru Bela Diri! Konon, senjata api seperti senapan mesin pun sama sekali tak berpengaruh terhadap tokoh seperti Ketua Qi. Hal ini menunjukkan betapa mengerikannya kekuatan Ketua Qi!
“Kali ini kita beruntung, Ketua Qi jarang kembali ke perguruan…” Qin Mengyi berlari kecil sambil berbicara dengan Lin Feng, “Jika kita bisa mendapat petunjuk dari Ketua Qi, kita akan menghemat banyak waktu dan pasti bisa meningkatkan kemampuan kita dengan pesat!”
“Ya, ya.”
Lin Feng mengangguk berulang kali. Tak lama, ia dan Qin Mengyi tiba di lokasi kerumunan, lalu duduk di pinggiran. Setiap murid yang hadir tampak fokus mendengarkan wejangan Ketua Qi, Lin Feng dan Qin Mengyi pun ikut larut dalam suasana. Ketua Qi berambut dan berjanggut putih, tetapi tampak sangat bugar, matanya tajam memancarkan cahaya yang menakutkan. Meski terpisah beberapa meter, Lin Feng bisa merasakan aura kuat seperti gunung dari tubuh Ketua Qi.
“Ahli di atas tingkat Guru Bela Diri, pemimpin bela diri yang terkenal di Jingzhou—memang luar biasa!” Lin Feng membatin kagum, lalu mulai menyimak dengan penuh perhatian.
“Apa itu jalan bela diri?”
“Jalan bela diri, bukanlah kedamaian, bukanlah hidup santai di atas bangau, melainkan jalan penuh rintangan dan duri!”
“Jalan bela diri, penuh bahaya! Jika tekadmu tidak kuat, lebih baik segera menyerah.”
…
Setiap kata Ketua Qi seperti lonceng besar yang menggema, menghantam hati para murid.
“Sungguh menggugah!” Setelah beberapa saat mendengarkan, Lin Feng tak bisa menahan kekagumannya, “Benar-benar layak menjadi pemimpin bela diri Jingzhou…”
Setelah selesai memberi wejangan, Ketua Qi mengamati sekeliling dengan tenang, lalu berkata dengan suara berat, “Kali ini, kalian beruntung bisa bertemu denganku. Maka akan aku ajarkan sebuah jurus tinju. Pahami dengan sungguh-sungguh; jika kalian mampu menangkap esensi jurus ini, kelak menjadi Guru Bela Diri bukanlah hal yang sulit.”
Mendengar itu, semua mata di ruangan memancarkan semangat, hati mereka berdebar keras.
“Keberuntungan luar biasa!” Lin Feng pun sangat bersemangat, menahan napas menanti Ketua Qi mengajarkan jurus tinju.
Semua tahu, jalan bela diri bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental, tekad, teknik bertarung, gerakan tubuh, dan banyak lagi. Setiap aspek sangat penting. Dan di hati semua orang, jurus yang akan diajarkan Ketua Qi pasti merupakan teknik bertarung yang sangat kuat—mulai dari tinju, tendangan, hingga jurus tangan, semuanya masuk dalam teknik bertarung.
Tak heran, semua orang merasa bergelora!
Karena teknik bertarung yang baik, sangat sulit didapatkan meski dengan uang berlimpah!
“Jurus tinju ini adalah keahlian andalanku, namanya Tinju Langit Runtuh.” Ketua Qi menatap dalam, lalu berkata perlahan, “Jurus tinju ini pendek, tetapi sangat kuat. Sekali serangan, seperti panah menembus hati, seperti gunung runtuh mengguncang bumi.”
Mendengar penjelasan itu, semua orang—termasuk Qin Mengyi—mulai menahan napas dengan penuh ketegangan. Tinju Langit Runtuh sangat terkenal di Jingzhou! Jurus andalan Ketua Qi, keras dan ganas, diakui sebagai teknik bertarung tingkat A.
Teknik tingkat A, biasanya harus ditebus dengan jutaan yuan, bahkan kesempatan belajar pun sulit didapatkan.
Jadi, semua sadar… ini adalah peluang yang sangat langka, harus dimanfaatkan dengan baik!
Melihat sorot mata yang penuh antusiasme dan wajah tak sabar, Ketua Qi pun tanpa banyak bicara langsung mulai memperagakan Tinju Langit Runtuh dengan tenang.