O herdeiro maluco sempre quer me mimar

O herdeiro maluco sempre quer me mimar

Penulis:Zhang Yu
6ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
28bab Capítulo

Na vida anterior, Jin Sui foi drogada e violada por Li Sui, e depois enviada por ele para servir aos três avós e netos, vivendo sem qualquer dignidade! Na vida anterior, Jin Sui viu com os próprios ol

Bab 1: Ia Selalu Membalas Dendam atas Setiap Dendam

Matahari siang yang terik memanggang bumi tanpa ampun.

Setetes darah merah segar terciprat di atas penunjuk waktu matahari yang terletak di tengah alun-alun luar Istana Utama Linzheng, lalu sesosok tubuh jatuh menimpanya.

Pintu istana telah dijebol, kilatan pedang dan cahaya senjata seketika mengubah pelataran luar Istana Linzheng menjadi ladang pembantaian.

Sementara itu, di dalam istana, Jin Sui melemparkan pedang berdarah yang masih digenggamnya, berdeham pelan, lalu dengan tenang membenahi jubah dan hiasan kepalanya sebelum duduk tegak di atas singgasana naga, menanti pintu utama Istana Linzheng terbuka.

Tak lama, pintu itu benar-benar dibuka. Zheng Mao, mengenakan zirah lengkap, memimpin pasukan masuk dengan tergesa.

Melihat zirah peraknya yang terang telah tercemar darah, Jin Sui perlahan mengeluarkan sebotol obat dari lengan bajunya.

Tatkala melihat orang yang duduk di atas singgasana naga itu ternyata Jin Sui, Zheng Mao sempat terkejut. Namun begitu matanya menangkap jasad Kaisar Li Sui yang tergeletak di bawah kaki Jin Sui, ia malah tertawa terbahak-bahak.

Semuanya di luar dugaannya, namun di sisi lain, juga masuk akal.

"Permaisuri, hari ini hamba sekali lagi bersujud kepada Anda di sini!"

Selesai berkata, Zheng Mao bersimpuh di hadapan Jin Sui dengan gagang pedang besar sebagai penopang.

"Zheng Mao, sungguh mulia!" Jin Sui paham betul makna sujud Zheng Mao kali ini. Ia mencabut sumbat botol itu. "Sebagai Permaisuri Negeri Qi, saat negeri hancur dan keluarga binasa, tak sepantas

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait