Seorang pemuda miskin yang bekerja sebagai pemetik obat-obatan di pegunungan, tanpa sengaja tersesat ke dalam pasar arwah di tengah hutan. Di sana, ia memperoleh sebuah wadah kecil yang aneh dan kuno.
Di antara ribuan sungai terdapat sebuah pegunungan bernama Batu Langit, dengan puncak-puncak aneh yang berdiri rapat, membentang dan berliku, diselimuti kabut yang tebal dan misterius, sulit untuk melihat keseluruhannya—benar-benar merupakan tempat keramat nan indah di wilayah Kota Qianjiang. Udara di pegunungan ini lembap dan hangat, banyak tumbuh bunga langka, buah aneh, serta berbagai tanaman obat; burung-burung dan binatang liar pun sangat melimpah. Puncak-puncak curam, tebing-tebing terjal, serta sungai-sungai kecil yang tak terhitung jumlahnya, sering tertutup kabut tipis. Meski menyimpan banyak bahaya, pesonanya tetap menarik banyak orang.
Di tengah hamparan Pegunungan Batu Langit yang membentang ratusan li, ada sebuah desa kecil dengan penduduk hanya beberapa ribu jiwa, dikelilingi gunung-gunung, bernama Desa Batu Putih. Sesuai ungkapan, “yang bergantung pada gunung mencari nafkah dari gunung, yang bergantung pada air mencari nafkah dari air”, penduduk Desa Batu Putih yang tersembunyi di antara pegunungan itu mayoritas adalah pencari ramuan dan pemburu yang hidup dari hasil hutan Pegunungan Batu Langit.
Tentu saja, kebanyakan pencari ramuan dan pemburu hanya berani berkeliaran di puncak-puncak yang landai dan tidak terlalu tinggi. Adapun tebing-tebing yang terlalu terjal dan berbahaya, hanya bisa mereka pandangi dari kejauhan. Sebab, tanpa kemampuan yang luar biasa atau pengalaman yang sangat matang, tak seorang pun berani masuk lebih dalam—tindakan itu sama saja dengan bunuh diri.
Sepuluh li di tenggara Desa Batu Putih, berdiri sebuah puncak ya