Ermo: Eu Sou a Lenda

Ermo: Eu Sou a Lenda

Penulis:Tio Pernas Longas
59ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
300bab Capítulo

Naquele ano, ele tinha 17 anos. Deuses malignos de raças estranhas e seus capangas já dominavam a raça humana há um século, tratando todos os mortais como escravos e gado. Naquele ano, ele tinha 27 an

Bab 1: Hu Biao yang Beruntung

Nilai ujian SMP Hu Biao tidak begitu memuaskan, namun ia tetap berhasil masuk ke sebuah SMA. Ketika suara ‘keroncongan’ terdengar dari perutnya, Hu Biao merasakan jelas bagaimana lambungnya mengalami kejang kuat, dan asam lambung naik ke tenggorokan. Saat itu, jika ia membuka mulut, sisa makanan terakhir dari malam sebelumnya yang belum tercerna pasti akan langsung dimuntahkan.

Namun, remaja yang baru genap berusia 17 tahun itu menghadapi semua ini dengan tenang dan terbiasa. Ia merapatkan sabuk tua di pinggangnya dengan kedua tangan; begitu pinggangnya tertekan, suara keroncongan di perut pun berhenti. Ia juga berusaha mengendalikan tenggorokan, layaknya seekor hewan besar yang menahan refleks ruminansia, menahan kembali asam lambung ke dalam.

Dalam satu dua detik, semua itu selesai, Hu Biao kembali melangkah di jalanan kecil penuh lumpur dan genangan air, seolah tak terjadi apa-apa. Tentu saja, kenyataannya tidak sesederhana itu. Lambungnya masih terasa nyeri menusuk, mulutnya pahit dan asam, dan tubuhnya dilanda pusing, jantung berdebar, tangan gemetar, serta keringat tipis. Namun, Hu Biao tidak memedulikan semua itu, memang tidak bisa memedulikannya. Pengalaman hidup yang banyak membuatnya tahu pasti penyebab reaksi ini: bukan perkara besar, semua akibat tidak sarapan. Asal bertahan sampai siang dan makan sesuatu, tubuhnya akan segera nyaman kembali.

Ia mengangkat pergelangan tangan, melihat jam mekanik tua dengan kaca kuning dan beberapa retakan kecil, talinya dari ban bekas. Setelah melihat waktu, ia sadar hanya perlu menunggu dua jam lagi untuk m

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait