Bab 13: Siapa Berani Menyentuhnya?
Grup Baiyi, Kantor Presiden Direktur.
Wu Zongren sedang berbaring di sofa bermain kartu dengan sekretaris wanitanya yang cantik dan seksi.
“Tok tok tok...”
Keduanya tengah asyik, meja kerja pun ikut bergetar hebat seiring gerakan mereka, namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mendesak.
“Ada urusan nanti saja!” ujar Wu Zongren dengan dahi berkerut, tampak tidak senang.
“Pak Wu, Pak Zhuo datang bersama orang-orangnya...”
Dari luar terdengar suara cemas.
“Dia secepat itu menyelesaikan urusan? Suruh dia tunggu di luar sebentar!” Mendengar itu, Wu Zongren pun terpaksa mengakhiri urusannya dengan sang sekretaris, buru-buru mengenakan pakaian.
Namun, belum juga mereka selesai berpakaian, tiba-tiba terdengar suara benturan keras.
Pintu kantor didobrak dengan kasar, Zhuo bersama anak buahnya masuk dengan wajah garang.
“Ah...”
Peristiwa mendadak itu membuat sekretaris yang baru saja mengenakan bra menjerit ketakutan, bra di tangannya pun terjatuh ke lantai.
Wu Zongren pun terkejut, seketika marah besar, memaki Zhuo dengan kasar, “Liu Wuzhuo, kau gila? Tunggu sebentar di luar saja susah?! Sialan!”
Wu Zongren sama sekali tidak menyadari wajah kelam Liu Wuzhuo. Ia segera mengenakan pakaian, lalu berjalan ke kursi bos, menyalakan cerutu, dan menyilangkan kaki.
“Urusan yang kuseuruh sudah selesai?”
“Urus urusanmu sendiri, anjing tua Wu!” balas Liu Wuzhuo dengan marah, langsung menerjang, menarik dasi Wu Zongren hingga tubuhnya terangkat.
Jika bukan karena anjing tua Wu ini, ia tak akan bernasib seburuk sekarang.
“Liu Wuzhuo, kau tahu apa yang kau lakukan? Otakmu terjepit pintu, berani-beraninya begitu padaku?”
Wu Zongren merasa percaya diri karena keluarga Wu mendukungnya. Biasanya ia memperlakukan Liu Wuzhuo seperti anjing suruhan. Tak disangka, kini Liu Wuzhuo berani memperlakukannya seperti ini. Ia pun meraung marah.
“Plak!”
Yang didapatnya hanya tamparan keras.
Wu Zongren menutupi wajahnya, tak percaya, “Kau berani menamparku?”
“Aku bukan cuma menamparmu, tapi juga akan memukulmu!” Liu Wuzhuo langsung melayangkan tinju bertubi-tubi ke wajah Wu Zongren hingga pria itu babak belur.
Setelah Liu Wuzhuo berhenti, wajah Wu Zongren sudah tak berbentuk lagi, lebam dan bengkak, sama sekali tak ada wibawa seorang presiden direktur.
Sekretaris di samping mereka hanya bisa melongo, bahkan para satpam yang mendengar keributan dan datang pun tak berani bertindak melihat keganasan Liu Wuzhuo dan anak buahnya.
Bagaimanapun juga, Liu Wuzhuo dan kelompoknya dikenal sebagai preman kelas kakap.
“Liu Wuzhuo, jelaskan padaku, apa sebenarnya yang terjadi?” Wu Zongren menahan sakit, menatap Liu Wuzhuo dengan marah.
Sampai sekarang ia masih belum mengerti dari mana Liu Wuzhuo mendapat keberanian untuk membangkang dan berani memukulnya.
“Kau menyuruhku merobohkan rumah seorang tokoh besar yang bersembunyi, masih berani bertanya kenapa?”
Liu Wuzhuo menginjak dada Wu Zongren, wajahnya dingin dan mengerikan.
Ia sudah memikirkan matang-matang sebelum datang ke sini. Lebih baik menyinggung Wu Zongren daripada menyinggung Chu Yang, tokoh besar yang bahkan Shang Sihai saja menghormatinya.
Bahkan menghadapi kepala keluarga Wu, Shang Sihai tak pernah bersikap seperti itu.
Andai ia bisa menunjukkan kinerja baik dan mendapat pengakuan dari Chu Yang, tentu itu akan jadi keuntungan besar baginya.
Bagaimanapun, Liu Wuzhuo juga pria yang punya ambisi.
“Tokoh besar? Tokoh besar mana? Bukankah aku cuma menyuruhmu merobohkan rumah Keluarga Qin? Mereka itu bukan apa-apa...”
Wu Zongren benar-benar tak paham.
“Keluarga Qin memang bukan apa-apa, tapi Tuan Chu Yang dari keluarga itu adalah seseorang yang bahkan Shang Sihai pun harus segan padanya. Kalau tidak, menurutmu kenapa lenganku bisa putus?”
Wajah Wu Zongren langsung berubah, baru ia sadar lengan Liu Wuzhuo terkulai. Hatinya pun dilanda kegelisahan.
Sejak kapan keluarga Qin punya tokoh sehebat itu?
“Ayo, kalau ada apa-apa, bicarakan langsung ke Tuan Chu...” Belum sempat ia bicara, Liu Wuzhuo sudah menariknya keluar.
Anak buahnya mengikuti di belakang, aura mereka yang buas membuat siapa pun tak berani menghalangi.
Melihat kejadian itu, sang sekretaris yang masih syok buru-buru mengeluarkan ponsel dan menelepon.
“Tuan Muda, ini gawat, Pak Wu diculik...”
Di depan rumah besar Keluarga Qin yang reyot.
Kerumunan orang masih belum bubar, malah semakin banyak.
Bagaimanapun, kejadian di sini memang sangat menghebohkan.
Kabar burung, bahkan pejabat pemerintah pun turut turun tangan.
Namun, Chu Yang sang tokoh utama, justru tampak santai duduk bersama Shang Sihai, tertawa dan berbincang, pesonanya diam-diam membuat banyak orang kagum.
Terutama yang cukup mengenal Keluarga Qin.
Konon, Keluarga Qin pernah membawa pulang menantu sampah dari desa, tapi kini ternyata tidak demikian.
Bagaimana mungkin orang yang bisa mengalahkan puluhan anak buah Li Dahuo dan bisa bercanda akrab dengan Shang Sihai adalah orang tak berguna?
Jelas-jelas dia adalah naga tersembunyi.
Semua orang merasa tertipu oleh Keluarga Qin.
Kakek Qin duduk di kursi, memandang Chu Yang yang tengah bercengkerama dengan Shang Sihai, wajah tuanya menampakkan senyum bahagia.
Keputusan di masa lalu ternyata memang tidak salah.
“Lihat, Zhuo dan anak buahnya sudah kembali...”
Saat itu, tiba-tiba terdengar kegaduhan di tengah kerumunan.
Di bawah tatapan semua orang, Liu Wuzhuo bersama anak buahnya menyeret Wu Zongren yang tak berdaya seperti anjing mati.
“Tuan Chu... saya sudah membawa orangnya untuk Anda.”
Liu Wuzhuo menyerahkan Wu Zongren ke hadapan Chu Yang dengan penuh hormat.
Chu Yang mengangguk pelan, menatap Wu Zongren dengan sorot mata sedingin es.
“Anak muda, aku tidak peduli apa hubunganmu dengan Shang Sihai, sebaiknya lepaskan aku sekarang juga... Kalau tidak, kau akan menyesal seumur hidup!”
Wu Zongren meludah darah, menatap Chu Yang penuh amarah dan dendam.
Lalu, ia menoleh tajam ke arah Shang Sihai, berseru, “Ketua Shang, keluarga Wu dan Perkumpulan Sihai selama ini tidak pernah saling menggangu, apa kau mau memulai perang?”
Sampai sekarang, orang ini masih belum sadar situasi.
“Perang? Jangan terlalu tinggi hati, kau belum pantas bicara begitu padaku.”
Shang Sihai tersenyum dingin, lalu menempelkan cerutu panas ke wajah Wu Zongren yang penuh kebencian.
“Argh...”
Kulit wajah Wu Zongren melepuh, mendesis panas, membuatnya menjerit kesakitan, “Shang Sihai, bajingan terkutuk! Kalian berani menyakitiku, keluarga Wu tidak akan membiarkan kalian... argh...”
Baru saja ia bicara, raut Shang Sihai langsung dingin. Cerutu itu langsung didorong masuk ke mulut Wu Zongren, membuatnya hampir kehilangan nyawa karena kesakitan.
Akhirnya, Shang Sihai benar-benar memaksa Wu Zongren menelan cerutu yang masih menyala itu bulat-bulat.
Pemandangan ini membuat semua orang di sekitar terkejut dan ketakutan.
Terutama Liu Wuzhuo, sampai menelan ludah beberapa kali.
Dalam hati ia bersyukur, untung saja tidak berani menentang Ketua Shang.
“Argh...”
Wu Zongren merasa tenggorokan, kerongkongan, dan perutnya seperti terbakar, ia berguling-guling di tanah karena sakit yang luar biasa.
Ia memasukkan tangan ke mulut, berusaha mengeluarkan cerutu yang terbakar itu, tapi sia-sia...
Bodoh sekali, kecerdasan emosional Wu Zongren jelas jauh di bawah Liu Wuzhuo.
Andai saja di sini ia mau meminta maaf dengan tulus pada Chu Yang, memberi jaminan dan ganti rugi, bahkan membantu membangun kembali rumah Keluarga Qin, mungkin semuanya bisa dibicarakan baik-baik.
Namun ia malah datang dengan gaya arogan, membawa nama Keluarga Wu untuk mengancam Shang Sihai.
Siapa Shang Sihai?
Dia adalah Ketua Perkumpulan Sihai, raja dunia bawah Kota Tianhai!
Wu Zongren benar-benar mengira semua orang di Tianhai takut pada Keluarga Wu?
Rasa sakit yang hebat membuat wajah Wu Zongren menjadi menyeramkan dan terpelintir, matanya menatap tajam Chu Yang dan Shang Sihai, menggertakkan gigi, “Shang Sihai, bajingan, aku jamin keluarga Wu pasti akan membalas kalian...”
Tatapan tajam kematian melintas di mata Shang Sihai, ia berkata dingin.
“Seret dia, kuburkan!”
Begitu perintah dikeluarkan, Jian Jingfeng yang berdiri di belakangnya keluar dengan wajah tanpa ekspresi, menyeret Wu Zongren pergi.
Namun, di saat itu juga, suara dingin tiba-tiba terdengar.
“Aku ingin lihat, hari ini siapa yang berani menyentuhnya!”