Bab 78: Arus Bawah Menggelora, Badai Akan Datang
Setelah Xiao Yuda dan rombongannya pergi, barulah semua orang menarik napas lega.
Terutama mereka yang sebelumnya termakan hasutan Wu Lili dan sempat mengejek Chuyang dan kelompoknya. Hati yang tadinya diliputi kekhawatiran kini akhirnya tenang.
Mereka sangat khawatir Chuyang akan menuntut balas atas perlakuan mereka tadi.
Bagaimanapun juga, jika Chuyang ingin membalas, hanya perlu satu kata darinya.
Begitu ketegangan mengendur, rasa penasaran pun tak lagi tertahan. Orang-orang mulai berbisik-bisik penuh rasa ingin tahu.
“Siapa sebenarnya pemuda tadi? Sampai-sampai membuat Tuan Xiao bersikap begitu hormat?”
“Aku tahu sedikit. Namanya Chuyang, menantu yang dianggap tak berguna di keluarga Qin!”
“Menantu tak berguna? Kau bercanda? Kalau memang begitu, mana mungkin Tuan Xiao memperlakukannya seperti itu?”
“Sungguh, kalian tak lihat istri dan adik iparnya juga tampak bingung? Tapi kurasa dia pasti pewaris keluarga besar yang menyembunyikan identitasnya, sedang berlatih hidup mandiri.”
“Itu masuk akal juga. Bisa jadi dia putra seorang tokoh besar di balik Perusahaan Dagang Naga Langit!”
Dalam sekejap, identitas Chuyang menjadi topik hangat perbincangan.
“Haha... Benar sekali, Tuan Tang. Setelah lelang selesai nanti, kita harus minum bersama…”
Tiba-tiba, tawa lepas terdengar dari kejauhan.
Bersamaan dengan suara itu, tampak sekelompok tokoh terkemuka berjalan sambil bercakap-cakap santai.
Yang berjalan di tengah tak lain adalah kepala keluarga Wu saat ini, ayah Wu Shaowu, yakni Wu Tianxiong.
Melihat Wu Tianxiong, sorot mata orang-orang pun berubah menjadi aneh.
Sepertinya, tokoh besar ini belum tahu kalau dirinya sudah dicoret dari daftar peserta lelang Perusahaan Dagang Naga Langit, ya?
Apakah nanti A Feng akan benar-benar menghalangi dia masuk?
Membayangkan itu, ekspresi orang-orang langsung penuh antisipasi, menanti kejadian berikutnya.
“Halo, Tuan Tang!”
“Halo, Tuan Xu!”
“Halo, Tuan Zhang!”
Melihat Wu Tianxiong dan rombongannya datang, hadirin segera membuka jalan. Beberapa bahkan menyapa para tokoh yang berjalan bersama Wu Tianxiong.
Namun, Wu Tianxiong yang berjalan di tengah justru diabaikan, membuatnya berkerut dahi.
Mereka sengaja mengacuhkannya?
Tapi Wu Tianxiong tak terlalu memedulikan itu. Orang-orang kecil seperti mereka tak pernah ia anggap penting.
Ia pun melangkah langsung menuju pintu utama.
“Maaf, Tuan Wu, Anda tidak boleh masuk!”
Baru saja sampai di pintu, Wu Tianxiong dihadang oleh A Feng.
“Sekarang aku pasti sudah boleh masuk, bukan?”
Wu Tianxiong sedikit mengerutkan kening, matanya memancarkan ketidaksenangan, lalu menyerahkan undangan.
“Maaf, Tuan Wu, sekalipun Anda membawa undangan, Anda tetap tidak bisa masuk!”
“Apa maksudmu?”
Wajah Wu Tianxiong langsung berubah, auranya menekan.
“Tuan Wu, mungkin Anda belum tahu! Karena putra Anda berbuat onar di sini dan menolak meminta maaf, Perusahaan Dagang Naga Langit telah mengumumkan secara resmi, mulai saat ini seluruh anggota keluarga Wu dicabut haknya mengikuti lelang dan masuk daftar hitam pelanggan. Mulai sekarang, kami tidak akan melayani Anda lagi. Dan... Tuan Wu, Anda juga termasuk!”
A Feng menatap Wu Tianxiong dengan tenang, tanpa gentar.
“Apa yang kau katakan?”
Mendengarnya, Wu Tianxiong benar-benar terkejut, kebingungan di wajahnya.
Apa-apaan ini?
Keluarga Wu benar-benar masuk daftar hitam Perusahaan Dagang Naga Langit?
Tang Zhenan, Tang Wulong dan yang lain yang datang bersama Wu Tianxiong juga terkejut.
Mereka pun memandang Wu Tianxiong dengan ekspresi berbeda.
Orang ini biasanya sangat angkuh, sekarang malah kebingungan?
“Untuk penjelasan lebih lanjut, Tuan Wu bisa membaca pengumuman resmi kami. Sekarang... mohon beri jalan, jangan menghalangi tamu lain masuk.”
A Feng berkata dengan tenang.
Wajah Wu Tianxiong masam, tangannya mengepal hingga berbunyi. Mukanya silih berganti pucat dan biru.
Tak pernah ia bayangkan akan dipermalukan sebesar ini di depan rekan-rekannya.
A Feng mengabaikannya, malah menyambut tamu-tamu lain dengan ramah.
“Silakan, para tamu terhormat, masuklah!”
“Tuan Wu, kami masuk duluan, ya.”
Tang Zhenan, Tang Wulong dan yang lain memandang Wu Tianxiong dengan iba, lalu masuk ke dalam, meninggalkan Wu Tianxiong seorang diri.
“Sial!”
Begitu mereka pergi, Wu Tianxiong menatap pengumuman resmi Perusahaan Dagang Naga Langit di ponselnya, tak mampu lagi menahan amarah, ia membanting ponsel hingga hancur.
Setelah itu, ia pergi dengan geram.
Malam ini, ia benar-benar kehilangan muka.
“Haha... Kalian lihat betapa bingungnya wajah Wu Tianxiong tadi?”
“Lihat! Ekspresinya bisa dijadikan stiker chat!”
“Hehe, aku sempat merekamnya. Ada yang jago IT? Upload ke internet pasti viral!”
“Malam ini, Wu Tianxiong dan keluarganya benar-benar dipermalukan. Melihat tokoh besar seperti dia dipermalukan, rasanya puas banget...”
Begitu Wu Tianxiong pergi, kerumunan di pintu pun tak mampu menahan tawa.
…
Di bawah pengawalan langsung Xiao Yuda, Chuyang, Qin Bingxue, dan rombongan tiba di tempat lelang.
Desain interior tempat ini benar-benar klasik namun mewah, memberi kesan eksklusif dan nyaman.
Meski lelang belum resmi dimulai, ruangan sudah ramai penuh hiruk-pikuk.
Banyak orang terpandang sedang duduk berbincang santai.
Kedatangan Chuyang, Qin Bingxue, dan Qin Yuru seketika menarik perhatian banyak orang.
Pertama, karena kecantikan luar biasa dua bersaudari Qin Bingxue dan Qin Yuru, serta kharisma mereka.
Kedua, karena mereka diantar langsung oleh Xiao Yuda.
Padahal, kepala empat keluarga besar saja tidak mendapat perlakuan seperti itu.
Di sudut ruangan, seorang perempuan asing berbadan atletis dengan jaket kulit hitam juga menoleh penasaran.
Saat pandangannya jatuh pada Chuyang, ia merasa pria itu sangat familiar, seolah pernah bertemu sebelumnya.
Detik berikutnya, ingatan pun muncul. Mata membelalak, wajahnya berubah drastis, penuh keterkejutan dan ketakutan.
Bukankah pria ini yang ada di foto koleksi Sang Ratu?
Ia hanya diperintah datang untuk menawar Lencana Darah Naga, tak menyangka bertemu sosok legendaris itu di sini.
Segera, ia mengeluarkan ponsel, memotret lalu mengirim gambar itu.
Sementara itu, beberapa orang misterius di tempat itu juga memperhatikan Chuyang. Mata mereka sempat menunjukkan keterkejutan.
Namun, mereka segera memalingkan muka, lalu mengirim pesan singkat lewat ponsel.
Bersamaan dengan itu, Xiao Yuda telah mempersilakan Chuyang, Qin Bingxue, dan rombongan duduk di barisan paling depan.
Tindakan ini mengejutkan banyak orang.
Perlu diketahui, kursi-kursi di sini sangat berbeda dengan menonton film; tidak bisa asal duduk sesuka hati, melainkan diatur dengan sangat teliti.
Semakin tinggi status seseorang, semakin depan posisinya.
Di bawah tatapan heran para hadirin, Xiao Yuda dengan penuh hormat mempersilakan Chuyang, Qin Bingxue, dan Qin Yuru duduk di tengah-tengah barisan paling depan.
Itulah kursi paling menonjol dan paling bergengsi di seluruh ruangan.
Pemandangan ini membuat banyak orang mulai berbisik heboh.
“Siapa sih dia? Sampai Tuan Xiao sendiri mengantar dan mempersilakan duduk di kursi utama? Padahal kepala empat keluarga besar saja hanya dapat duduk di baris kedua!”
“Tidak tahu, belum pernah lihat sebelumnya. Tapi kalau sampai Tuan Xiao sendiri yang menyambut dan mengatur kursi itu, pasti statusnya luar biasa tinggi!”
“Benar. Dari dua bersaudari di sampingnya saja sudah tampak, apalagi mereka berdua sangat menawan! Kalau nanti ada kesempatan, harus coba berkenalan...”
Saat perbincangan semakin ramai, Shang Sihai, Zhou Tianhao, dan kelompok mereka, termasuk Jian Jingfeng dan Ling Bei, tiba di lokasi.
Awalnya mereka tampak bercanda dengan rekan-rekan, namun begitu mata mereka melihat Chuyang di barisan terdepan, mereka langsung terkejut. Di bawah tatapan bingung para hadirin, mereka segera menghampiri Chuyang dan menyapa dengan hormat.
Tak heran mereka begitu kaget, sebab sebelumnya Chuyang bilang tidak akan datang ke acara lelang.
“Tuan Chuyang, Nona Qin… Tak menyangka Anda juga hadir!”
“Tuan Chuyang, Nona Qin, salam hormat!”
Chuyang dan Qin Bingxue membalas dengan senyum.
Namun, di benak Qin Bingxue timbul rasa heran, “Kapan Chuyang sedekat itu dengan Tuan Zhou dan yang lain?”
Setelah saling menyapa singkat, Shang Sihai dan Zhou Tianhao pun menuju kursi baris kedua yang telah disiapkan untuk mereka.
Walau hanya sapaan singkat, maknanya sangat dalam dan mengundang banyak pemikiran.
Karena Shang Sihai dan Zhou Tianhao adalah para tokoh papan atas di Kota Tianhai.
Bahkan kepala empat keluarga besar pun tidak akan mendapatkan perlakuan serupa.
“Tuan Chuyang?”
Pada saat itu, suara riang terdengar. Kepala Perguruan Seni Bela Diri Angin Utara, He Beifeng, juga tiba di lokasi.
Melihat Chuyang, ia bergegas mendekat dan menyapa dengan penuh hormat.
Kekuatan Chuyang pernah ia rasakan sendiri.
Potensi masa depannya pun sulit diukur.
Terlebih lagi, menurut He Beifeng, Chuyang didukung oleh kekuatan besar di baliknya.
Sosok seperti ini jelas layak untuk didekati.
“Tak disangka bisa bertemu Tuan Chuyang di sini, benar-benar suatu kehormatan bagi saya.”
Mendengar sambutan hangat He Beifeng, Chuyang hanya tersenyum tipis dan mengangguk sopan.
Sikap santainya di mata orang-orang justru sangat mengherankan.
He Beifeng dikenal kuat dan angkuh, banyak orang tak ia anggap penting.
Tapi kini, ia malah merendah, menyapa pemuda itu, dan pemuda itu hanya membalas dengan anggukan seadanya.
Orang-orang menduga He Beifeng pasti akan tersinggung, tapi tidak. Ia justru tampak menganggap itu wajar.
Kini, semua orang benar-benar terkejut.
Siapa sebenarnya pemuda itu?
Bukan hanya Zhou Tianhao dan Shang Sihai memperlakukannya dengan hormat, bahkan He Beifeng pun ingin menjalin hubungan baik dengannya?
Saat ini, Chuyang jelas menjadi pusat perhatian dan bahan pembicaraan di seluruh ruangan.
Bahkan Jiang Guoyuan yang duduk tak jauh pun tak kuasa menahan rasa penasaran, ia mengerutkan kening.
Saat peristiwa penggusuran dulu, ia pernah bertemu Chuyang dan sangat terkesan.
Berkat bantuannya, Grup Boyi berhasil dibekukan dan diusut, membuatnya semakin kokoh di posisinya sekarang.
Melihat Zhou Tianhao, He Beifeng, dan Xiao Yuda begitu hormat pada Chuyang, ia makin diliputi rasa ingin tahu.
Mengingat misi yang diberikan atasan dari Wilayah Militer Ibu Kota, matanya pun memancarkan kecerdasan.
Sepertinya, pria itu harus menjadi perhatian utamanya.
Bahkan, mungkin perlu melaporkan perkembangan ini setelah lelang selesai.
Qin Bingxue dan Qin Yuru yang duduk di samping Chuyang juga penuh rasa ingin tahu.
“Chuyang, siapa tadi itu?”
“He Beifeng, Kepala Perguruan Angin Utara,” jawab Chuyang sambil tersenyum.
“Kepala Perguruan Angin Utara?” seru kedua bersaudari itu kaget. Mereka sudah lama mendengar nama besar perguruan itu.
Namun, tak disangka Chuyang ternyata kenal baik dengan kepala perguruan tersebut.
Tak jauh dari mereka, Tang Zhenan menatap Chuyang, Shang Sihai, Zhou Tianhao, dan lainnya dengan sorot mata dingin penuh kebencian. Tangannya mengepal hingga berbunyi.
“Kakak, jangan terpancing emosi!”
Merasa Tang Zhenan mulai gelisah, Tang Wulong menepuk bahunya menenangkan.
“Nanti, setelah lelang selesai, tak ada satu pun dari mereka yang bisa lolos!”
Tang Zhenan menarik napas dalam-dalam, perlahan melonggarkan kepalan tangannya, kembali tenang. Suaranya rendah dan dingin.
“Semuanya sudah diatur?”
Tang Wulong menyeringai, matanya tampak kejam.
“Tenang saja, Kak. Semuanya sudah siap! Begitu lelang dimulai, Sepuluh Pemburu akan bergerak bersama A Zhen! Ketika lelang selesai dan Shang Sihai serta yang lain kembali, mereka sudah kehilangan segalanya! Setelah itu, terserah kita mau apakan!”
Mendengar itu, Tang Zhenan pun mengangguk puas.
“Bagus kalau begitu!”
“Nanti, akan aku buat mereka menyesal telah dilahirkan ke dunia ini!”