Jornada macabra do fim do mundo: O crepúsculo de um milhão de deuses e demônios

Jornada macabra do fim do mundo: O crepúsculo de um milhão de deuses e demônios

Penulis:O quarto gato
3ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
10bab Capítulo

O último sobrevivente do apocalipse, aquele protegido por milhões de demônios com suas próprias vidas, com a chegada do fim dos tempos e a invasão do sobrenatural, após atravessar dez mil anos, reinic

Bab Satu: Medan Perang Dewa dan Iblis, Kedatangan yang Mencekam

Dia berdiri di tengah medan perang dewa dan iblis, hatinya hampa, seolah-olah ingatannya telah dihapus oleh kekuatan misterius. Ia berusaha keras mengingat, namun hanya satu nama yang muncul—Liu Pingan. Pandangannya menyapu sekeliling, mencari petunjuk, namun yang tampak hanyalah pemandangan kiamat yang mengerikan.

Ia menoleh ke sekeliling, napasnya tertahan. Di sekitarnya, jasad dewa dan iblis sepanjang ratusan meter tertumpuk bagaikan gunung; ada yang hancur berkeping-keping, ada yang berlumuran darah, menyerupai neraka di dunia. Malaikat bersayap dua belas, makhluk yang dulunya melambangkan kesucian dan kekuatan, kini tergeletak tak bernyawa dengan sayap yang tercabut paksa dan bulu-bulu yang berserakan. Naga raksasa sepanjang seribu meter, sang penguasa masa lalu, kini perutnya terbelah, mutiara naganya lenyap, dan sisiknya berlumuran darah, seolah meratapi kejayaan yang telah sirna.

Buddha setinggi seratus meter, sosok yang dulunya penuh welas asih, kini kepalanya terpenggal, tubuhnya lunglai dalam terpaan angin dan hujan. Iblis bertanduk merah yang dulu begitu buas, kini terbelah dua dengan kondisi yang mengerikan. Ular berkepala delapan yang tak terkalahkan di medan perang, kini tewas dengan kepala terputus, tubuhnya masih berkedut, seolah menahan siksa terakhir.

Dewa dan iblis ini dulunya adalah penguasa daratan. Namun kini, mereka hanyalah debu sejarah. Jutaan jasad menutupi medan perang, tanah berubah menjadi merah pekat, bahkan langit pun memerah, seolah seluruh dunia terbenam dalam lautan darah.

Hati Liu Pingan dipenuhi ketakutan dan k

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait