Permainan Perang Pribadiku

Permainan Perang Pribadiku

Penulis:Jika garamnya terlalu banyak, tambahkan air.
24ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Kau hampir mati... Jadi, di detik-detik terakhir hidupmu, tidakkah kau ingin mempertimbangkan untuk memperpanjang waktu? Tentu saja, ada sedikit harga yang harus dibayar. Kami hanya meminta sedikit sa

Bab 1 Waktu Adalah Uang

Ada yang berkata waktu adalah uang.

Jika kau kalah habis-habisan di meja judi dan hanya tersisa dua puluh ribu rupiah, apa yang akan kau lakukan dengan uang itu?

Apakah kau akan menggunakannya untuk naik taksi pulang, atau menukarnya menjadi chip taruhan terkecil dan mencoba peruntungan, berharap bisa membalikkan keadaan walau sekecil apa pun?

Hidup He Chi mungkin hanya tersisa beberapa jam saja.

Di sebuah taman lembah terpencil di California, He Chi yang terjatuh dari tebing bersandar seorang diri pada dinding batu, perutnya tertembus batu karang tajam seperti pilar. Kehilangan darah yang begitu banyak membuat kondisinya sangat buruk.

Darah yang mengucur membuat tubuhnya kaku dan terasa dingin. Ia mengeluarkan kotak rokok dari saku, dengan tangan yang mulai membeku ia mengambil sebatang, menyelipkannya di bibir, lalu menyalakan dengan pemantik murah.

Asap tembakau mengisi paru-parunya, efek tar dan nikotin membuat pikirannya perlahan tenang.

Luka tembus di sisi perut, kemungkinan pendarahan dalam, kaki patah sehingga sulit bergerak, suhu tubuh menurun—semuanya adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa.

Yang paling gawat, ia tampaknya mulai berhalusinasi.

Sebuah penghitung waktu mundur yang terus berubah-ubah muncul di retina mata kanannya. Angka di sana kini menunjukkan [04:29:27].

Ia mengucek mata, namun angka itu tidak hilang, malah terus berkurang.

He Chi merasa, ketika angka itu mencapai nol, itulah saat ajalnya tiba.

Namun ia bukan tipe orang yang duduk pasrah menunggu mati.

Dengan susah p

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait