Bab Empat Puluh Delapan: Bisnis
“Hehe, Komandan Ye, kelompok Tanah Subur sudah bubar. Lagi pula, aku juga tidak mau jadi ketua lagi, sungguh pekerjaan yang melelahkan setiap hari. Sekarang aku sudah ikut Kak Hao, mulai sekarang aku adalah saudara Kak Hao,” jelas Zhao Daheng begitu melihat ekspresi Ye Dahai yang seolah melihat hantu.
Mendengar penjelasan Zhao Daheng, Ye Dahai pun berpikir, ya sudah, toh kelompok Tanah Subur memang sudah ditelan, jadi tak perlu bersusah payah menjelaskan lagi.
“Komandan Ye, ada keperluan apa mencarikan kami?” tanya Lin Hao langsung, tak ingin berputar-putar lagi.
“Aku ingin tahu di mana kalian mendapatkan makanan itu? Sekarang makanan di zona aman sangat langka, kami juga ingin mencari persediaan,” Ye Dahai orangnya juga terus terang, jadi ia langsung mengutarakan maksud kedatangannya.
Begitu Ye Dahai bertanya, kerumunan yang menonton langsung diam. Suasana yang tadinya riuh berubah hening, semua menunggu jawaban.
“Kami membunuh seekor kepiting mutan, ini semua daging kepitingnya!” Lin Hao menunjuk tumpukan daging di atas meja yang beratnya mencapai dua ratus jin, lalu bicara pada Ye Dahai.
“Daging makhluk mutan, apa benar bisa dimakan?” Ye Dahai sedikit tidak percaya. Setahunya, memang ada beberapa makhluk mutan di sekitar zona aman. Namun, makhluk-makhluk itu sangat buas dan sulit dibunuh. Dan meskipun berhasil membunuhnya dengan susah payah, para penyintas pun tetap takut memakannya. Semua sudah tahu betapa mengerikannya makhluk tulang, mereka khawatir kalau makan daging ini a