Aroma Obat yang Menarik
Hanya dalam beberapa hari, begitu banyak orang telah pergi, memang terasa lebih tenang, namun kenyataannya tidak bertambah tenang sebanyak itu...
“Kakak sepupu.”
Sebuah panggilan lembut membuat Shui Yunran yang sedang duduk di tandu menoleh ke belakang. Ia melihat tiga bersaudari Li Jinyun serta Qin Lianhua berjalan ke arahnya. Yang memanggilnya adalah Qin Lianhua, yang wajahnya tampak tersenyum polos nan jujur.
Namun, meski mereka tersenyum sepolos dan sebaik apa pun, tetap saja tidak bisa menyembunyikan maksud tersembunyi mereka!
Shui Yunran sebenarnya benar-benar enggan terlalu menanggapi mereka. Tetapi jika ia ingin mencari Yao Tianhan, ia harus tetap berada di Kediaman Yitian, dan untuk bebas bergerak di sana, ia mesti menjalankan kesepakatan dengan si tuan muda yang licik itu: sebelum si tuan muda menemukan istri aslinya, ia harus membantunya bertahan di posisi nyonya kediaman...
Diam-diam ia menghela napas. Shui Yunran pun memberi isyarat kepada pelayan yang memikul tandu agar berhenti, lalu tersenyum, “Kalian mau pergi ke mana, sepupu-sepupuku?”
Setelah Li Jinqiu memimpin kedua adiknya dan Qin Lianhua memberi salam kepada Shui Yunran, ia menjawab lembut, “Sepupu Lianhua ingin ke apotek untuk mengambil wewangian penenang dan pembantu tidur bagi ibu keenam. Kami juga sedang tak ada kegiatan, jadi menemani saja.”
Mendengar hal itu, Shui Yunran pun mengerutkan kening seolah-olah benar-benar khawatir, lalu bertanya pada Qin Lianhua, “Ibu keenam kenapa?”
Qin Lianhua tersenyum agak canggung, “Sebenarnya tidak apa-apa, kakak sepupu. Ibu memang sejak dulu tubuhnya lemah, juga mudah larut dalam perasaan. Kebetulan, ibu tiri ketiga, tante kedua, tante kelima, dan tante ketujuh dalam beberapa hari ini semuanya pulang ke rumah. Ibu jadi kehilangan teman bicara, pikirannya jadi sering melayang ke mana-mana, sampai-sampai malam pun susah tidur.”
Shui Yunran pernah mendengar, ibu keenam itu sebenarnya menikah dengan baik, suaminya sangat cerdas dalam urusan ekonomi. Sayangnya, orang berbakat memang tak berumur panjang; suaminya meninggal di usia muda, dan kini adik laki-laki Qin Lianhua yang baru berumur sepuluh tahun masih belajar di Akademi Negara. Bahkan, adiknya itu adalah anak yang belum sempat melihat ayahnya.
Di dunia ini, jika laki-laki diibaratkan pohon besar yang menjulang, maka perempuan — setidaknya kebanyakan — ibarat tanaman parasit yang hidup bergantung pada pohon besar itu. Begitu pohon tumbang, hidupnya pun tinggal menunggu ajal. Kecuali, jika ia cukup kuat dan berdaya, mampu menentang arus masyarakat, atau memiliki kekuatan besar di belakangnya, ia masih bisa bertahan hidup dengan baik. Ibu keenam jelas termasuk yang terakhir...
Konon, kematian suami keenam yang tiba-tiba itu menyisakan warisan besar yang membuat para saudara mengincarnya bagaikan serigala. Mereka berkali-kali memojokkan ibu keenam hingga ke jurang kehancuran. Andai saja bukan karena kakaknya, Helian Lishi, yang mengulurkan tangan dan memberi perlindungan dengan Kediaman Yitian sebagai sandaran, mungkin ibu dan kedua anaknya sudah lama meninggal. Namun...
Seorang perempuan yang dikatakan selemah itu, ternyata dulu berani menyerahkan semua hartanya yang sangat besar itu untuk dikelola Helian Jing. Bukankah itu tanda keberanian yang luar biasa?
Tentu saja, hal-hal seperti itu tak ingin Shui Yunran pikirkan lebih jauh. Baginya, cukup mengingat inti tugas dan berhati-hati pada orang yang perlu diwaspadai. Maka, ia pun memberikan senyum tipis yang menenangkan pada Qin Lianhua, “Syukurlah. Kebetulan aku juga hendak ke apotek, mari kita pergi bersama.”
Qin Lianhua mengangguk sambil tersenyum, namun matanya dengan cepat melirik ke kaki Shui Yunran yang masih dibalut perban, sambil mengerutkan alis, “Kakak sepupu, lukamu belum sembuh juga?”
Shui Yunran pura-pura tak melihat Li Jinyun dan Li Jinixiu yang sedari tadi diam-diam memperhatikan kakinya, lalu tanpa sengaja menimpali Qin Lianhua, “Jangan tanya lagi, sebenarnya sudah hampir sembuh, tapi semua gara-gara suamiku...”
Dengan tanpa malu-malu menyeret si tuan muda ke dalam masalah, ia pun berhasil melihat Li Jinyun dan Li Jinixiu satu mendengarkan dengan serius, satu lagi membelalakkan mata, dan keduanya tampak tak senang. Sedangkan Li Jinqiu, sebagai kakak tertua, tetap tenang, dan Qin Lianhua hanya menunjukkan wajah bingung menunggu penjelasan selanjutnya...
Benar saja, yang kuat dan yang lemah akan langsung terlihat!
Shui Yunran diam-diam tersenyum, tapi lalu memasang wajah sadar diri dan malu, menutupi wajahnya, “Kalian... bisakah pura-pura tidak mendengar apa pun barusan?”
Mana mungkin!
Li Jinyun dan Li Jinixiu menggertakkan gigi diam-diam, sedangkan Li Jinqiu tersenyum anggun dan berkata, “Kakak sepupu, bagaimana kalau kita berbincang sambil berjalan?”
Shui Yunran membalas senyuman itu, “Lihat, aku malah membiarkan kalian yang lembut-lembut berdiri mengobrol di sini denganku. Mari, kita lanjutkan sambil jalan.” Usai berkata, ia memberi isyarat agar tandu mulai bergerak.
Mendengar ucapannya, wajah Li Jinyun kembali tak enak, sedangkan Li Jinixiu langsung menggertakkan gigi. Tahu kami lemah lembut, masih saja membiarkan kami berdiri di sini menemanimu, jelas-jelas sengaja, kan?
Namun, ekspresi galak mereka segera pudar ketika kakak tertua Li Jinqiu menatap sekilas. Dengan bibir mengerucut karena kesal, mereka pun ikut masuk ke apotek.
Apotek di Kediaman Yitian sangat besar, tentu saja butuh banyak orang untuk mengurusnya. Hanya anak-anak pembantu di sana sudah lebih dari dua puluh orang. Shui Yunran merasa, mungkin rumah sakit istana pun tak sebesar ini.
Kali ini, suasananya berbeda dengan saat Shui Yunran datang kemarin. Para anak pembantu sedang menjemur dan mengolah ramuan yang baru tiba di halaman. Ramuan segar itu masih memancarkan aroma rerumputan yang menyengat, ditiup angin lembut, seluruh halaman dipenuhi wangi yang menenangkan, samar-samar membawa ingatan pada masa lalu...
Sekilas, Shui Yunran merasa dirinya kembali ke Lembah Raja Obat.
Di sana, angin selalu membawa wangi seperti ini, orang-orangnya pun selalu sibuk seperti para pembantu di sini. Hanya saja, ekspresi di wajah mereka bukanlah kehati-hatian seperti di sini, melainkan kepuasan, kebahagiaan, dan keharmonisan. Namun...
Wajah-wajah ramah dan penuh kasih itu kini sebagian besar telah menjadi kenangan, selamanya hanya bisa dikenang dalam ingatan!
Li Jinqiu yang peka, menyadari ada yang aneh pada Shui Yunran, lalu melirik sekilas. Sedangkan Qin Lianhua sangat langsung, ia pun bertanya, “Kakak sepupu, kenapa? Matamu merah.”
“Tidak, tidak apa-apa, hanya kelilipan debu.” Shui Yunran tersadar, buru-buru berpura-pura mengucek mata, “Sudah tidak apa-apa.”
“Oh.” Qin Lianhua tak tampak curiga, mengangguk dan berkata, “Kalau begitu, lebih baik kita segera masuk.”
Shui Yunran mengangguk, dan Li Jinqiu juga berpaling ke arah lain.
Di depan apotek, Shui Yunran turun dari tandu, menolak tawaran Chunxi dan Qiaoyue yang hendak membantunya, lalu dengan satu kaki melompat masuk. Namun baru melangkah satu langkah, tiba-tiba ia terhenti kaku karena semilir angin bercampur aroma asing yang menerpanya...
“Wah, apa ini wanginya harum sekali?”
Qin Lianhua berseru sambil menyorongkan kepala ke balik tubuh Shui Yunran yang kaku di pintu, mencari-cari sumber aroma itu. Di dalam ruangan, entah sejak kapan telah tersedia beberapa rak bertingkat, penuh dengan anggrek aneh, batang dan daunnya berwarna ungu kemerahan, namun bunganya justru hijau muda.
Anggrek-angkgrek itu jumlahnya tak kurang dari seratus, ada yang batang dan daunnya masih basah dan besar, jelas sudah tumbuh bertahun-tahun, ada yang subur berbunga, ada pula yang belum berbunga... Semuanya ditanam di pot berbeda, sekilas tampak seperti sebuah keluarga besar!
“Indah sekali!” Qin Lianhua benar-benar terpana, namun dari sudut matanya ia diam-diam melirik Shui Yunran.
“Apa itu?” Li Jinixiu berseru, tak tahan ingin tahu, tapi Shui Yunran masih kaku berdiri di sana, di kanan-kirinya ada Chunxi dan Qiaoyue, dan Qin Lianhua sudah nyaris tak muat masuk. Ketika ia memaksa diri untuk masuk...
“Sepupu Jinixiu, jangan dorong, eh!”
Ucapan Qin Lianhua belum selesai, ia sudah terdorong oleh kekuatan dari belakang dan menabrak Shui Yunran...