Bab Dua Puluh Dua: Yu Han Kembali ke Istana, Zhi Xue Menghilang
Dua hari kemudian, Yu Han kembali, bahkan membawa setumpuk buah segar dan bunga aneh dari Gunung Serigala untuk diberikan kepada Zhi Xue. "Xue Er! Xue Er!" Begitu melangkah ke Istana Han Yu, Yu Han memanggil Zhi Xue dengan suara penuh semangat dan kegembiraan, namun tidak ada jawaban. "Apakah anak kecil itu tidur lagi?" gumam Yu Han pelan, lalu bergegas berlari menuju kamar Zhi Xue, membuka pintu, namun ruangan itu kosong, selimut terlipat rapi.
"Hmm?" Sebuah firasat buruk yang kuat menyergap Yu Han. Ia tak peduli lagi, melemparkan kantong besar berisi bunga dan buah dengan keras, lalu berlari seperti orang gila keluar rumah, memanggil nama Zhi Xue di setiap ruangan, namun tetap tak ada jawaban.
Akhirnya, Yu Han sampai di dapur. Ia merasa sedikit cemas, berhenti sejenak di depan pintu, tak berani berteriak. Betapa ia berharap, ketika membuka pintu, seperti biasanya, ia akan melihat si kecil rakus itu di dalam, mulutnya penuh makanan, dan merasa menyesal telah memanggil, karena makanan di mulutnya mungkin akan tumpah.
"Xue Er?" Yu Han menarik napas dalam-dalam dan membuka pintu. Dapur kosong tanpa seorang pun yang memasak, sunyi tanpa tanda-tanda kehidupan. Dengan panik, Yu Han bergegas ke aula utama. "Yu Mei! Yu Mei!" panggilnya dengan suara lantang dan penuh kegelisahan. "Hamba di sini. Tuan Muda Han, Anda sudah pulang?" Yu Mei, seperti biasa, muncul di hadapan Yu Han dengan sikap tegas dan hormat.
"Di mana Zhi Xue?" Yu Han bertanya tak sabar. "Barusan masih di kamarnya!" jawab Yu Mei dengan jujur. "Aku baru saja melewati kamarnya, tidak melihat siapa pun!" "Hah? Bagaimana bisa? Tadi Tuan Muda Zhi Xue bermain ayunan di halaman belakang, katanya lelah dan ingin kembali ke kamar untuk beristirahat! Aku sendiri yang mengantarnya ke kamar!" jawab Yu Mei dengan wajah keheranan.
Yu Han mendekat ke Yu Mei, mengamati dengan seksama. Ekspresi Yu Mei tak menunjukkan kebohongan sedikit pun, Yu Han merasa ia tidak berbohong. Ia kembali melafalkan mantra perlindungan, namun jimat pelindung juga belum terpatahkan. Jika ada yang menculik, mustahil ia tak tahu! Demi memastikan, Yu Han menggunakan kemampuan membaca pikiran untuk memahami isi hati Yu Mei, dan mendapati ia memang tak berbohong; ia benar-benar tak tahu ke mana perginya Zhi Xue.
Firasat buruk yang lebih kuat kembali muncul. Yu Han menggunakan kemampuan perpindahan seketika menuju Istana Ratu Serigala. Namun, di sana ia tak menemukan jejak sang Ratu. Ternyata Ratu Serigala membawa kepala dayangnya bepergian, katanya untuk menolong sesama, padahal sebenarnya ia menghindari pertanyaan Yu Han. Ia sengaja memperpanjang waktu hingga sepuluh hari setengah bulan, berharap manusia hina yang kini ditinggalkan di padang pasir akan mati, sehingga saat Yu Han kembali menanyainya, ia tak perlu lagi menyebutkan manusia rendah yang telah merusak hubungan ibu dan anak mereka.
Yu Han yang cerdas pun menebak sebagian kebenaran, namun kekuatan gaibnya tak mampu melacak di mana Zhi Xue berada. Sebab, berkat kekuatan "Perputaran Bintang" milik Ratu Serigala, Zhi Xue telah dikirim ke padang pasir yang menjadi batas terakhir antara suku serigala dan manusia, tempat di mana sihir serigala tak lagi berlaku. Maka, meski Yu Han memiliki kekuatan luar biasa, ia tetap tak mampu menemukan jejaknya.
Kesedihan yang mendalam menyelimuti hati Yu Han. Ia mendongak ke langit dan melolong panjang. Di tempat jauh, sang Ratu yang sedang bepergian pun mendengarnya, dan menebak bahwa Yu Han pasti telah mencari Zhi Xue ke mana-mana dan gagal. Ia pun tersenyum puas.
Kepedulian membawa kekacauan, namun Yu Han tahu, ia tak boleh panik. Jika ia kehilangan kendali, maka Zhi Xue pasti takkan selamat. Semakin cepat ia menemukannya, semakin besar pula peluang hidup Zhi Xue. Ia memaksa dirinya untuk tenang, tenang, dan terus tenang!
Setelah menenangkan diri, Yu Han tiba-tiba teringat pada sebuah kemampuan unik yang ia temukan saat berusia tiga tahun, yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun, bahkan pada Ratu Serigala dan Raja Serigala Tua. Di antara para serigala tingkat atas, sejak lahir mereka dianugerahi satu kemampuan istimewa yang berbeda-beda. Yu Han sendiri, pada suatu kesempatan saat diam-diam mencuri makan, menemukan bahwa dirinya mampu mengenali satu aroma yang ia butuhkan di antara ribuan bau lain—meski aroma itu sangat samar dan tak tercium oleh serigala biasa—dan dapat menemukannya di wilayah yang sangat luas.
Karena ia masih kecil dan belum pernah menggunakannya lagi, Yu Han pun tak terlalu memedulikan kemampuan itu, apalagi menceritakannya kepada siapa pun. Di saat genting ini, ia sangat bersyukur atas anugerah itu. Setelah mengucap syukur pada langit dan bumi, Yu Han segera berlari ke kamar Zhi Xue.
Dengan cepat ia membuka lemari pakaian Zhi Xue, mengambil sehelai pakaian dalam milik gadis itu. Agar bisa memaksimalkan kekuatan gaibnya, ia pun kembali ke wujud aslinya, berubah menjadi seekor serigala besar yang kuat. Ia mendekatkan hidungnya ke pakaian Zhi Xue, mengendus dengan saksama, lalu melesat keluar dan melolong panjang sebelum berlari meninggalkan Istana Han Yu...