Bab Sembilan Puluh Dua: Pembantu yang Kuat?
“Lalu bagaimana?” Raja Ying menampilkan ekspresi yang sedikit penuh simpati saat menatap Yu Han, sambil sekali lagi bersulang dengannya. Ada rasa simpati sekaligus penghiburan, namun Yu Han tahu bahwa Raja Ying sudah menebak apa yang akan ia katakan selanjutnya! Setelah bersulang dan meneguk habis, Yu Han melanjutkan, “Lu Buwei tertarik padaku, dan segera menjadikanku pengawal sekaligus penasihatnya! Ia juga memerintahkan seseorang untuk mengantar ayahku pulang!”
Raja Ying kembali menepuk bahu Yu Han dengan gestur menghibur, lalu mendengarkan dengan diam. Yu Han berhenti sejenak, kemudian melanjutkan, “Pengantaran itu membuatku berpisah selamanya dengan keluargaku! Lu Buwei ingin aku mengabdikan diriku sepenuhnya kepadanya, mengikutinya tanpa memikirkan hal lain! Ia memerintahkan orang yang mengantar ayahku untuk membunuh seluruh keluargaku!” Raut wajah Yu Han tampak sangat berduka, meski ia tahu bahwa ia sedang berbohong, namun dalam peperangan tipu muslihat adalah hal biasa, dan demi Yun Lingling, apapun yang sulit akan ia lakukan!
Raja Ying yang memiliki bakat sebagai penguasa, tentu bukan orang yang mudah ditipu. Namun kini, wajahnya menunjukkan ekspresi penuh misteri yang sulit ditebak oleh Yu Han.
“Keesokan harinya, Lu Buwei memberitahuku kenyataan, dan dengan penuh percaya diri ia berkata, sebagai seorang pria, cita-cita haruslah luas, tanpa gangguan, barulah bisa meraih kejayaan!” Setelah Yu Han selesai berbicara, ia memukul kendi anggur di sampingnya hingga pecah karena marah. Baru saat itu Raja Ying bersuara, “Lu Buwei memang terlalu dingin, tapi semua itu sudah berlalu!” Raja Ying bukanlah orang yang dingin hati, ia naik takhta di usia tiga belas tahun dan telah menyaksikan begitu banyak penipuan, sehingga ia membentuk karakter yang semakin tenang dan ‘dingin’ saat menghadapi tragedi.
Yu Han tahu Raja Ying sedang meragukan ceritanya, maka ia semakin menggertakkan gigi dan menatap jauh sambil berkata dengan penuh kemarahan, “Sudah lebih dari sepuluh tahun berlalu, tak pernah sedetik pun aku berhenti mencari kesempatan untuk benar-benar membinasakan Lu Buwei.”
Meski ekspresi Raja Ying tetap tak berubah, namun di dalam hatinya ia merasa sedikit gembira: jika Yu Han benar-benar pernah punya pengalaman pahit dengan Lu Buwei, berarti mereka punya musuh bersama, dan Yu Han dapat dimanfaatkan olehnya! Raja Ying kembali bersulang dengan Yu Han, “Sepertinya kita memang punya musuh bersama! Namun, dalam tiga hari ke depan, aku harap kau bisa membantuku menemukan musuh yang mengadangku hari ini terlebih dahulu!”
...
Tiga hari ke depan, Yu Han sangat sibuk. Ia mengerahkan segala hubungan yang bisa ia manfaatkan, dan dengan bantuan Lu Buwei, ia berhasil menemukan siapa yang mengadang Raja Ying pada hari itu: ternyata adalah Meng Shidafu, seorang tokoh penting dari faksi anti-Raja Ying!
Sementara itu, Raja Ying juga tidak berdiam diri selama tiga hari ini. Ia menemukan bahwa Yu Han adalah talenta luar biasa, dan itu membuatnya senang; namun yang membuatnya lebih gembira lagi adalah kemungkinan Yu Han memiliki musuh yang sama dengannya—Lu Buwei. Maka ia harus memastikan kebenaran cerita Yu Han, jika benar, itu benar-benar kabar baik, bantuan dari langit untuk menumpas Lu Buwei!
Hari ini adalah hari di mana orang kepercayaan Raja Ying, atas perintahnya, kembali ke istana setelah menyelidiki urusan Yu Han dan Lu Buwei di Kabupaten Hua. Raja Ying menunggu di ruang tamunya dengan sedikit rasa cemas. Setelah mendengar laporan bahwa orang kepercayaannya meminta audiensi, ia segera memerintahkan untuk membawanya masuk!
Raja Ying memberi isyarat agar orang kepercayaannya membisikkan laporan di telinganya. Setelah mendengarkan hasil penyelidikan, Raja Ying menunjukkan senyum yang jarang terlihat! Benar, Yu Han yang penuh perhitungan, sebelum menemani Yun Lingling turun ke dunia, sudah memikirkan seluruh rute untuk membantu Yun Lingling kembali ke masa depan!
Bagaimana cara mendekati Lu Buwei, bagaimana menggunakan taktik memecah belah untuk mendekati Raja Ying... dan lain sebagainya. Demi memastikan tidak ada celah, Yu Han telah melakukan persiapan matang, hampir tidak ada kemungkinan gagal! Karena itu, meski Yu Han sibuk menyelidiki siapa dalang penyerangan terhadap Raja Ying hari itu, semua informasi yang ditemukan Raja Ying sesuai dengan yang dikatakan Yu Han, tanpa ada kekeliruan!
Raja Ying sangat gembira, ia merasa telah mendapatkan seorang pembantu kuat dan cakap untuk melawan musuh bersama mereka, Lu Buwei!