Bab Enam Puluh Lima: Aku Menerima
Hawa membunuh yang sangat pekat menyebar ke seluruh kediaman keluarga Yao. Untungnya, beberapa orang yang hadir di sana adalah para praktisi bela diri, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh hawa membunuh tersebut. Jika orang biasa yang terpapar hawa membunuh ini, mereka pasti sudah lari tunggang-langgang ketakutan.
"Yao Hong, keluar dan jemput ajalmu!" Tak lama kemudian, sebuah suara lantang yang dipenuhi hawa membunuh berteriak menantang dari luar gerbang.
"Suara ini..." Lin Feicheng menyipitkan matanya, lalu tiba-tiba membelalak lebar. "Li Donghai!"
Begitu nama itu terucap, semua orang terkejut, kecuali Yao Hong yang sama sekali tidak tampak heran.
Siapakah Li Donghai? Dia adalah kepala keluarga Li, pemimpin salah satu dari lima keluarga besar yang disegani. Di Kota Lingshui, tidak ada seorang pun yang tidak mengenalnya.
Namun, hal yang membuatnya terkenal bukanlah kekuatannya, melainkan sifatnya yang berhati sempit dan pendendam.
Di Kota Lingshui, beredar sebuah ungkapan: singgunglah siapa saja, tapi jangan pernah menyinggung keluarga Li. Sebab, di antara lima keluarga besar, keluarga Li adalah yang paling picik. Jika kau menyinggung mereka dan kau memiliki kekuatan yang hebat, mereka mungkin tidak akan berani mengusikmu. Namun, jika kau hanya rakyat jelata, orang-orang keluarga Li adalah yang pertama kali akan menindasmu tanpa ampun.
"Tak disangka mereka datang secepat ini," ujar Yao Hong sambil tersenyum tipis.
Ia sama sekali tidak terkejut. Bagaimanapun, yang ia hajar adalah putra kandung pria itu. Jika seorang ayah tidak datang menuntut balas setelah putranya dipukuli, barulah itu terasa aneh.
Setelah berkata demikian, Yao Hong melangkah keluar, berniat untuk menemui kepala keluarga Li tersebut dan melihat sehebat apa dia.
*Wush!* Sosok Lin Feicheng berkelebat, merentangkan tangan untuk menghalangi jalan Yao Hong. Ia berkata, "Li Donghai adalah orang yang kejam dan licik, lagi pula kekuatannya jauh di atasmu. Kau pasti akan dirugikan jika menghadapinya sekarang. Lebih baik kau tetap di dalam rumah dan jangan keluar. Dia mengenalku, biar aku yang menemuinya terlebih dahulu untuk melihat apakah masalah ini bisa diselesaikan secara damai."
Sebelum datang ke sini, Lin Feicheng sudah mendengar dari Lin You'er bahwa Yao Hong telah menghajar Li Shengshui. Karena itulah ia tahu bahwa kedatangan Li Donghai adalah untuk menuntut balas demi putranya.
Yao Hong merasa ucapan itu masuk akal. Jika masalah ini bisa diselesaikan tanpa pertumpahan darah, ia pun lebih memilih untuk tidak bertarung. Setelah menimbang sejenak, ia mengangguk pelan.
"Yao Hong, keluar dan jemput ajalmu!" Di luar gerbang, aura membunuh Li Donghai membubung tinggi. Tekanan kuat yang dipancarkannya menyapu area sekitar bagaikan badai, membuat orang-orang di sekitarnya menggigil ketakutan.
"Siapa yang sudah bosan hidup sampai berani memprovokasi kepala keluarga Li?" gumam orang-orang di sekitar dalam hati.
Perlu diketahui bahwa para kepala keluarga dari lima keluarga besar adalah para ahli Tingkat Bumi yang sangat kuat. Memiliki penyokong sehebat mereka adalah alasan mengapa anggota lima keluarga besar selalu bersikap arogan dan sewenang-wenang.
Melihat ada tontonan menarik, orang-orang di sekitar enggan pergi. Mereka bersembunyi di tempat yang aman, ingin melihat siapa orang bodoh yang berani menantang Li Donghai.
Li Donghai menunggu cukup lama tanpa ada tanda-tanda kemunculan siapa pun. Saat ia mulai murka dan berniat untuk langsung menerobos masuk, sebuah suara tawa yang akrab tiba-tiba terdengar. Seorang pria paruh baya yang berpenampilan anggun berjalan keluar dari kediaman keluarga Yao.
"Saudara Donghai, sudah tiga tahun sejak pertemuan terakhir kita. Kuharap kabarmu baik-baik saja," kata pria paruh baya yang anggun itu sambil tersenyum.
Li Donghai menatap pria paruh baya itu dengan bingung. Wajahnya terasa tidak asing, dan ketika mendengar ucapan tentang tiga tahun tidak bertemu, pikirannya bagaikan disambar petir. Ia seketika mengenali identitas pria tersebut.
"Lin Feicheng, bagaimana bisa kau ada di sini..." Li Donghai mengernyitkan dahi dan berkata.
Sejak terkena racun tiga tahun lalu, Lin Feicheng telah menghilang dari pandangan publik tanpa kabar sedikit pun. Racun yang menggerogotinya selama tiga tahun telah menyiksanya hingga penampilannya berubah drastis. Meskipun telah menjalani pemulihan selama tiga bulan, penampilannya masih jauh berbeda dari masa jayanya. Jika bukan orang yang sangat mengenalnya, sulit untuk mengenalinya sekarang.
"Tak disangka Saudara Donghai masih mengenaliku, haha," ujar Lin Feicheng sambil tertawa.
Li Donghai mengernyitkan dahi dan mengamati Lin Feicheng. Ia segera merasakan energi murni mengalir perlahan di dalam tubuh Lin Feicheng. Ini sama sekali bukan kondisi orang yang sedang sekarat karena racun, melainkan kondisi praktisi bela diri yang sehat.
"Racunmu sudah disembuhkan?" tanya Li Donghai dengan raut terkejut.
Tiga tahun lalu, kabar mengenai racun yang menyerang Lin Feicheng menggemparkan seluruh kota. Semua orang di Kota Lingshui mengetahuinya dan menyayangkan nasib Lin Feicheng, putra terkuat dari tiga bersaudara kepala keluarga Lin, yang harus berakhir tragis.
Li Donghai tidak menganggap rumor itu bohong. Bagaimanapun, upaya keluarga Lin mengundang para alkemis dari berbagai penjuru untuk mengobati Lin Feicheng adalah fakta yang diketahui oleh seluruh lima keluarga besar.
Belakangan ini, beredar rumor bahwa racun mematikan yang diderita Lin Feicheng telah berhasil disembuhkan oleh seorang alkemis misterius.
Awalnya Li Donghai tidak memercayainya. Begitu banyak alkemis ternama yang angkat tangan, tidak mungkin racun itu bisa disembuhkan begitu saja oleh seorang alkemis misterius yang tak dikenal.
Namun, melihat kondisi Lin Feicheng hari ini, ia terpaksa memercayai kebenaran rumor tersebut.
Hal ini membuat Li Donghai merasa kecewa. Hubungan antara lima keluarga besar tidak pernah harmonis, dan keluarga Li adalah salah satu faksi yang paling tidak akur dengan keluarga Lin.
"Haha, semua ini berkat bantuan keponakan Yao Hong," ujar Lin Feicheng yang merasa puas saat melihat raut kecewa di wajah Li Donghai.
"Apa? Bocah itu yang menyembuhkanmu?" tanya Li Donghai dengan mata terbelalak terkejut.
"Bukan dia secara langsung, tapi memang ada hubungannya. Saudara Donghai, aku tahu tentang perselisihan antara keluargamu dan Yao Hong. Karena itulah keponakan Yao Hong memintaku untuk menengahi masalah ini," kata Lin Feicheng.
Mendengar hal itu, Li Donghai menghela napas lega. Jika Lin Feicheng mengatakan bahwa Yao Hong sendiri yang menyembunya, ia akan berada dalam posisi yang sulit. Bagaimanapun, seseorang yang mampu menyembuhkan penyakit Lin Feicheng pastilah seorang alkemis yang sangat hebat.
Status seorang alkemis sangatlah terhormat dan selalu menjadi rebutan bagi keluarga-keluarga besar, tidak terkecuali lima keluarga besar.
"Berdamai? Bocah itu telah memukuli putraku hingga seluruh meridiannya hancur dan menjadi orang cacat! Bagaimana kau akan mempertanggungjawabkannya?" cibir Li Donghai saat mendengar niat baik tersebut.
"Hah? Cacat?" Lin Feicheng tertegun. Lin You'er hanya memberitahunya bahwa Yao Hong menghajar Li Shengshui, tetapi tidak menyebutkan bahwa ia telah melumpuhkannya.
Faktanya, tidak hanya Lin You'er yang tidak tahu, bahkan sang pelaku sendiri, Yao Hong, tidak menyadari bahwa ia telah melumpuhkan Li Shengshui.
"Jika demikian, Lin Feicheng, minggirlah dan biarkan aku membunuh bocah itu!" kata Li Donghai dingin, sementara aura bertarungnya terus membubung tinggi.
Lin Feicheng menghela napas. Ia menyadari bahwa negosiasi telah gagal. Namun, memintanya untuk menyingkir adalah hal yang mustahil baginya.
Terlepas dari kenyataan bahwa ada guru misterius di belakang Yao Hong, pemuda itu juga merupakan penyelamat nyawa kedua anaknya. Dengan alasan ganda ini, bahkan jika ia harus mempertaruhkan nyawanya, Lin Feicheng tidak akan pernah menyerahkan Yao Hong.
Lin Feicheng menarik napas dalam-dalam saat aura bertarungnya ikut bangkit. Ia berkata, "Li Donghai, Yao Hong adalah penolong keluarga kami. Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya."
"Hmph, kalau begitu jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar. Saudara Feicheng, maafkan kelancanganku!" cibir Li Donghai.
*Wush!* Sosok Li Donghai lenyap bagaikan hantu. Kecepatannya yang luar biasa membuat mata para penonton berkunang-kunang, seolah-olah ia menghilang begitu saja dari pandangan.
Melihat Li Donghai menghilang, Lin Feicheng juga menggerakkan tubuhnya dan muncul belasan meter dari posisi semula. Dengan tatapan serius, ia menatap bayangan samar yang sedang melesat cepat ke arahnya.
Menghadapi hadangan Lin Feicheng, sudut bibir Li Donghai terangkat membentuk senyum meremehkan.
Jika ini adalah Lin Feicheng tiga tahun lalu, Li Donghai tentu bukan tandingannya. Namun, selama tiga tahun terakhir, kekuatan Lin Feicheng telah merosot tajam akibat racun—sebuah fakta yang diketahui semua orang. Meskipun penyakitnya baru saja sembuh, mustahil baginya untuk memulihkan kekuatannya ke puncak kejayaan dalam waktu sesingkat ini.
*Bum!* Kedua telapak tangan mereka saling beradu. Begitu kedua sosok itu bentrok, mereka langsung terpental mundur.
Li Donghai menyeka darah di sudut bibirnya. Dengan wajah muram, ia berkata, "Kekuatanmu sudah pulih?"
Lin Feicheng juga mengalami luka ringan yang tidak jauh berbeda dari Li Donghai, tetapi ia justru tertawa.
Dalam hati, ia menaruh rasa hormat yang mendalam kepada Tuan Hong yang misterius. Ramuan obat yang diracik pria itu tidak hanya menyembuhkan racunnya, tetapi juga mempercepat pemulihan kekuatannya secara drastis. Hanya dalam waktu tiga bulan, ia telah memulihkan hampir sembilan puluh persen kekuatannya. Jika tidak, ia mungkin membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk bisa kembali ke kondisi puncaknya.
Hanya saja, rasa ramuan obat itu benar-benar mengerikan. Memikirkan rasanya saja sudah cukup membuat Lin Feicheng merasa mual di perutnya.
Walaupun Lin Feicheng tidak menjawab secara langsung, Li Donghai sudah menyadari bahwa kekuatan pria itu telah pulih.
Hal ini membuat hati Li Donghai tenggelam. Sejak Lin Feicheng keracunan, keluarga Lin kehilangan seorang ahli Tingkat Bumi yang kuat. Meskipun mereka masih memegang predikat sebagai keluarga nomor satu, posisi mereka sebenarnya sudah goyah dan bisa digeser oleh keluarga lain kapan saja.
Kejadian itu sempat memberi kesempatan bagi keluarga lain untuk menyaingi keluarga Lin. Namun, dengan pulihnya Lin Feicheng saat ini, tampaknya keluarga Lin akan kembali mengukuhkan posisinya sebagai keluarga terkuat di Kota Lingshui.
Seolah menyadari apa yang sedang dipikirkan Li Donghai, Lin Feicheng tersenyum dan berkata, "Saudara Donghai, bagaimana jika kita sudahi saja sampai di sini?"
Tatapan mata Li Donghai berkilat. Ia tahu bahwa dengan adanya Lin Feicheng yang menghalangi, mustahil baginya untuk membunuh Yao Hong hari ini. Namun, jika ia mundur begitu saja, esok hari ia pasti akan menjadi bahan tertawaan di seluruh Kota Lingshui.
"Aku bisa saja tidak membunuh Yao Hong hari ini. Namun, jika aku melepaskannya begitu saja, bahkan jika aku setuju, seluruh keluarga Li tidak akan menerimanya," kata Li Donghai setelah merenung sejenak. "Bagaimana jika seperti ini: keluarga Li akan mengirimkan satu perwakilan yang usianya sebaya dengan Yao Hong untuk berduel dengannya. Jika Yao Hong menang, semua perselisihan di masa lalu akan dianggap selesai."
Duel? Lin Feicheng mengernyitkan dahi. Ia tidak percaya Li Donghai berniat baik. Duel yang dimaksud pasti adalah pertarungan hidup dan mati.
Dan orang yang akan diutus oleh keluarga Li pastilah sosok nomor satu di kalangan generasi muda mereka, Li Shenglong.
Melihat Lin Feicheng hendak menolak, Li Donghai mendengus dingin dan berkata, "Jika itu belum cukup, aku akan menjadikan Pedang Haotian milik keluargaku sebagai taruhan. Asalkan Yao Hong menang, Pedang Haotian itu akan menjadi miliknya."
Pedang Haotian! Tubuh Lin Feicheng bergetar sesaat saat ia menatap Li Donghai dengan terkejut.
Pedang Haotian adalah senjata pusaka Tingkat Misterius Tingkat Tinggi, pusaka berharga keluarga Li yang sangat jarang diperlihatkan kepada publik. Bahkan Lin Feicheng sendiri baru melihatnya beberapa kali.
Senjata pusaka Tingkat Misterius Tingkat Tinggi di seluruh Kota Lingshui jumlahnya sangat sedikit, bahkan tidak sampai lima buah. Hal ini menunjukkan betapa berharganya senjata pusaka di tingkat tersebut.
Keberanian untuk mempertaruhkan pusaka warisan keluarga menunjukkan betapa besarnya keyakinan Li Donghai akan kemenangan pihak mereka.
"Lin Feicheng, bagaimana keputusanmu?" tanya Li Donghai dengan senyum sinis.
Lin Feicheng menghela napas. Jika hal ini melibatkan orang lain, ia mungkin akan nekat mengambil taruhan itu. Namun, karena ini menyangkut Yao Hong, ia menjadi ragu. Bagaimanapun, keberadaan Yao Hong jauh lebih berharga daripada Pedang Haotian.
Lin Feicheng menggertakkan giginya. Tepat ketika ia hendak menolak tawaran tersebut, sebuah suara tiba-tiba terdengar menyela.
"Aku menerima tantangan itu."